Minggu, 18 Maret 2012

Memoriam Q,, Terima Kasih Ibu


Rabu 31 Agustus 1994
(Kenangan Ibu sang pahlawan Dunia q)
Setetes Embun Pagi..
Membasahi alam ini..
Lelah, letih kau mengandung q
Selama 9 bulan kau selalu menjaga q dg penuh kasih
Oh.. IBu q sungguh tak sanggup
Melihat kau terbaring lemah,,,
Selama 3 hari kau berjuang demi q…
Sakit, perih,, bercampur dengan keringatmu yang tulus
Aku tak kuasa Ibu pada waktu itu
Sang bayi yang hanya bisa menangis,,
Ketika Malam Menjelma,,
Kau kembali dengan Erangan kesakitan-Mu
pengorbanan yang tiada tara,, kau perjuangkan Demi Aku
Buuuu…
Aku pun belum kuasa untuk bisa melihat dunia..
Engkau dengan yakinnya,, Dan bara mu
tak jua engakau terus berjuang untuk ku
Hingga pada Rabu Hari
Di Pagi yang Buta,,
Aku pun keluar dengan Sehat dan Normal..
Sungguh tak kuasa ketika q melihat senyum haru mu
Dicampur dengan kelelahanmu, kau pun masih bisa untuk tersenyum
Oh Ibu,,
Terimakasih telah Membuat aku bisa melihat dan merasakan Dunia Ini,,
Cinta, Kasih dan PengorbananMu
Membuat ku semakin yakin kau lau pahlawan Dunia q,,
sehingga q bisa mengenal kehidupan

Sudah Tak Berarti


apalah arti rangkaian kata cinta yang pernah kau ucap
sudah tak berarti lagi untukku
hati ini telah mati walau sore itu aku masih tersenyum buatmu
kubilang juga apa
semua kepengecutan pantas kutujukan tuk kau
dan kau
sesak perasaan membuncah bukan lagi apa-apa
sebab semua sudah tak berarti
tertawalah sepuasmu hingga dunia dalam taklukmu
pantaslah kau yang bermulut manis tapi berhati tempurung
tak mengapa jua
sebab semua sudah tak berarti
hah…perlukah ku genggam tanganmu sebagai ucapan selamat
rasanya percuma
karena kutahu kau telah dengan pongahnya menikmati semua
nikmatilah selagi kau bisa
buatku sudah tak berarti apa-apa

Cintaku di Luar Logika


Sedang apa kau di sana…..? pertanyaan ini selalu ada dalam hatiku, entah sampai kapan akan berakhir dan berganti dengan pertanyaan yang lain, misalnya…. tahukah kau keadaanku di sini? Aku hampir semaput hari ini sayang……kuberitahukan padamu keadaanku yang sebenarnya walau kau tak bertanya. Kucoba bayangkan engkau yach dengan versiku…….
Kau dengan gelisahmu, muka kusut dan duduk termenung, kemudian tiduran berharap keadaan akan membaik dan berjalan sesuai dengan yang kau inginkan. Ayolah….sayang, jangan berpaku diam tanpa gerak untuk mengubah segalanya. Pikirkan jalan terbaik untuk kau dan dia. Untuk apa kau takut menghadapinya, yakinkan dia dengan kesungguhan cintamu padanya, dan biarkan aku terkapar dengan racun yang sudah menyebar. Mudah-mudahan itu tak akan lama, karena aku mempunyai immun yang cukup melindungiku dari kematian yang kronis. Jangan khawatirkan aku, aku akan kuat walau tak sekuat Srikandi.
Dalam keterpurukanku aku dengan tulus berharap kau akan memperoleh apa yang kau inginkan. Kau katakan padaku, ketenanganlah yang kau perlukan saat ini. Aku gagal memberikannya untukmu, maka dengan sadar diri aku mendukungmu untuk mendapatkan kembali ketenangan yang dulu pernah kau rasakan bersama dia. Percayalah sayang….. jika kau dengan sungguh hati mengusahakannya ketenangan itu akan kau dapatkan kembali. Dan aku… dari jauh akan tersenyum melihat kau bahagia. Mungkin klise kedengarannya, tapi sungguh…… aku bahagia jika melihatmu bahagia, walaupun bukan denganku..
Itulah cinta……. cinta terdalam lahir dari lubuk hatiku, kupersembahakan untukmu. Sepertinya salah alamat, tapi aku sama sekali tak menyesalinya. Bersamamu walau tak lama, mengukir banyak makna dan cerita yang beragam, terkadang pahit, juga asam tapi lebih dominan manisnya. Aku menikmatinya setiap detik bersamamu, walau kebersamaan kita bukanlah pertemuan dua fisik yang berbeda.
Sering kukatakan padamu, cintaku di luar logika. Semakin aku menolak dan berusaha menjauhimu semakin dahsyat kerinduan itu datang menerjang pertahananku. Usahaku menempatkan kau di barisan sejajar dengan yang lainnya, malah tanpa sadar tempat khusus yang kusediakan untukmu. Memelihara rasa itu dengan hati-hati seolah barang berharga yang rapuh dan gampang pecah….. menyembunyikannya dengan aman agar tak terdeteksi oleh radar canggih yang ada di sekeliling kita. Jika waktu itu perhitunganku salah, dan berakibat fatal untuk kita,….. maafkan aku, aku tak sengaja! Untuk itu aku harus bersedia menerima akibat dari kesalahanku.
Cintaku luar biasa untukmu, entah kau rasa atau tidak? Bagiku….kau laki-laki yang mampu membuatku menuruti kata-katamu. Aku paling suka mata elangmu….. bersorot tajam, menandakan kau sosok yang cerdas dan tegas. Ku suka dengan lakumu yang selalu penuh kejutan dari hari ke hari. Sesuatu yang tak dipunyai orang lain, kau tak hanya pandai dibidangmu saja, tapi dalam berbagai hal aku kalah olehmu.
Cinta kita kusebutkan sebagai cinta yang unik, bagaimana tidak? Tak pernah sekalipun kita bertemu muka, kerlingan mataku tak pernah kau lihat dan senyumanmu pun hanya kaku dalam bentuk foto yang terrekam dalam otakku. Tak kumengerti mengapa aku dan kau mengalami cinta gila ini? Tapi kuyakinkan kepadamu “aku mencintaimu apa adanya”
Kau minta aku mengerti, …… segudang pengertianku untukmu sayang….! Apalagi yang ingin kau minta dariku? bersabar…….? yach,…… memang tak ada pilihan untukku selain bersabar! Bersabar menunggumu dan berharap semoga badai segera berlalu dan pelangi akan muncul menghiasi hati kita berdua. Jangan khawatir, aku akan menepati janji yang telah kusanggupi.
Semoga ketenangan akan kau dapatkan, doaku selalu ada untukmu……. I love You……>>>>>>>>>>Miss You….

Sabtu, 25 Februari 2012

Puisi Cinta


Baru sebentar saja kau bergegas meninggalkanku
Rasa rindu padamu kini bersarang di benakku
Cinta itu anugrah yang tak mungkin mudah tuk melepaskannya
Walau seribu rintangan Tak gentar ku untuk menjalani semua denganmu

Ku tau, aku bukan yang terbaik
Aku takkan bisa menjadi seperti yang kau inginkan
Dan mungkin cintaku tak sempurna
Tapi,,, aku hanya ingin menjadi bagian dari barisan kisahmu

Memang kita tlah jauh rasanya
Memang kita sudah tak bersama
Jika memang kita ditakdirkan tuk bersama selamanya
Cinta takkan kemana..

Tak henti kumenangis
Tak henti hatiku bersedih
dan tak henti kumeratapi waktu yang tersisa
Hanya untukmu.. Tapi ku tak tau sampai kapan ini terjadi


Selasa, 21 Februari 2012

Jualan Pulsa Modal 100 Ribu

salam sejahtera untuk kita semua
Judul Tulisan diatas saya ambil dari sebuah artikel yang di tulis oleh seseorang yang konon mengaku seorang konsultan IT (tanda tanya), dengan mengaku namanya adalah “Melvin Sujatmiko”.
Disalah satu paragaraf tulisanya ada sebuah kalimat yang mengatakan   “Alangkah Tololnya orang yang menjual pulsa dengan hanya bermodalkan 100 rb”
ini tulisan aslinya :
“….. apa ia seperti itu kenyataan dilapangan  ? Kalo toch memang seperti itu, alangkah tololnya orang itu, karena jika hanya bermodalkan seratus ribu, memutuskan untuk berjualan pulsa yang jelas-jelas untungnya hanya 800-1000 rupiah saja……..”
sumber: http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2012/02/20/mengapa-operator-selluler-menerapkan-sistem-hard-cluster/
Dalam pengamatan saya banyak sekali saat ini penjual pulsa, yang biasa di sebut dengan reseler berjalan (karena tidak memiliki konter) mereka berjualan dimana saja, kapan saja, sambil kerja, sambil sekolah dan lain-lain, bahkan toko-toko kelontong kecil-kecil di perkampungan, perumahan skarang sudah banyak sambil menjual pulsa, yang mana modal mereka hanya 50 sd 100 rb, terkadang mereka dalam sehari bisa lebih dari sekali datang ke server all operator, makanya para reseler modal kecil ini rata-rata mencari server all operator yang dekat dengan tempat tinggalnya, sehingga bisa dengan cepat melakukan penambahan deposit, bahkan kadang minta di isi dulu depositnya kemudian sore harinya baru bayar.
Ada pengalaman dua orang anak SMP dari satu keluarga, setiap sore hari dua anak ini datang ke server All oparator untuk mengisi depositnya, mereka berdua melakukan penjualan pulsa dimana saja dia berada, apalagi karena dua anak ini masih sekolah banyak teman-temannya yang membutuhkan pulsa, dan rata kalau anak-anak SMP membeli pulsa dalam pecahan kecil2 .. 1000,2000, 5000 paling besar
Dalam sekali transaksi rata kedua anak tadi bisa ambil margin Rp. 600, kalau modalnya 100 rb berarti rata-rata bisa digunakan untuk melayani rata2 18 sd 25 transaksi tergantung denominalnya, artinya dalam satu hari kedua anak tadi bisa mendapatkan keuntungan Rp.10.800 sd   15.000/ hari nya memang jumlah keuntungan yang sebagian besar di anggap orang tidak besar.
tapi mari kita lihat :
kalau dalam satu hari dua anak tadi masing-masing bisa menghabiskan deposit sejumlah 100 rb x 24 hari = Rp.2.400.000 omset nya/bulan,di kalikan dua anak =Rp. 4.800.000
Dengan modal 100 rb diputar setiap hari setiap anak seolah-olah mempunyai modal 2.400.00
Berapa keuntungan dalam satu bulan 10.800 sd 15.000 x 24 hari = Rp.259.200 sd Rp.360.000 / bulan x dua anak ..berarti penghasilan keluarga bertambah Rp.518.400 sd Rp. 720.00
Hasil kedua anak tersebut dalam rangka membantu orang tuanya untuk mencari uang saku sendiri, menambah beli buku dan lain-lain … bagi orang-orang kaya mungkin terlalu kecil dan kurang, akan tetapi bagi kedua anak tadi dan orang tuanya sangat berharga.
Belum lagi banyak penjual pulsa dilakukan oleh seorang ibu-ibu  yang berada di rumah sambil menjaga anaknya, di pintunya di tulisi “SEDIA PULSA ALL OPERATOR”  hasilnya bisa digunakan untuk menambah uang saku, dan jajan anak-anaknya.
Ada lagi beberapa orang tua yg mendidik anaknya untuk belajar berdagang/bisnis kecil, karena takut rugi besar maka dilatihlah dengan berjual pulsa dulu, disana anak tersebut di latih untuk di siplin mengelola modal yg kecil tadi, dilatih untuk bisa memutar modal secepat-cepatnya, dilatih berani untuk menagih jika ada yang berhutang, dilatih tegas jika untuk berani tidak menghutangkan pulsa kepada pembeli yang susah bayarnya. bukan hasilnya yg orang tua tersebut harapkan tapi pendidikan berdagang sejak kecil itu yang orang tua harapkan, memang ada yg berhasil ada juga yang gagal, kalaupun gagal .. uang modal habis 100 rb itupun biasanya karena pulsa dipakai sendiri tidak di siplin bayar, atau di hutang temannya dan tidak berani menagih
itu adalah gambaran kecil orang yang dikatakan dalam sebuah artikel Malvin Sujatmiko yang mengatakan alangkah tololnya orang yang bermodal 100 rb memutuskan untuk berjualan pulsa, mungkin saja pendapat Malvin benar.
Saya hanya ingin mencari tambahan wawasan:
?? Apa iya orang yang berjualan pulsa dengan modal 100 rb an itu bisa di katakan orang tolol oleh seorang Melvin Sujatmiko
?? kalau seandainya benar berarti di indonesia ini banyak orang tolol akibat berjualan pulsa dengan modal 100 rb tadi
jadi bingung saya mana yg benar ???
si melvin atau si penjual pulsanya ya …
saya mencoba berpikir aja dulu deh … sambil mendengarkan pendapat dari para kompasioner untuk menambah wawasan saya ???
Salam


Jumat, 17 Februari 2012

Adil dan Jujur dalam Memaknai Kekerasan


Kekerasan. Kata itu kadang sungguh mengerikan. Mengerikan karena kekerasan sering mengakibatkan kerusakan fisik, trauma psikologis, mental, pranata sosial atau bahkan bisa menimbulkan depresi hingga kematian terhadap seseorang, kelompok, kepercayaan, moral, tingkah laku, keserasian masyarakat bahkan bangsa dan negara.
Kata tersebut saat ini menjadi populer kembali karena tindakan ormas yang sering membuat tindakan tersebut. Beberapa tahun lalu, masa-masa reformasi kekerasan hampir terjadi setiap hari. Kita ingat betul ketika itu, orang-orang berbondong menyikat barang-barang yangbbukan haknya. Dengan kekuatan setan mereka memboyong benda-benda yang bisa diangkat, lemari, meja, kasur yang dipajang di pusat-pusat perbelanjaan.
Kalau benda-benda sebesar itu mereka dengan santainya mengangkat, pasti saja benda-benda kecil seperti jenis makanan habis digondol semua. Mereka tanpa merasa dosa terus merampok benda yang bukan haknya. Troli-troli perbelanjaan penuh barang rampokan, dan kebanyakan mereka adalah warga-warga biasa yang sebelumnya hidup biasa juga.
Kekerasan pun bisa terjadi dirumah tangga (KDRT) yang selama ini terkesan hanya menyasar kepada kaum wanita. jarang sekali kekerasan yang dilakukan oleh kaum wanita terungkap, walaupun sering juga terjadi. KDRT sebetulnya peristiwa privat namun bisa menjadi konsumsi umum ketika si penanggung derita tidak kuat. Namun bila masih kuat ia akan tetap menahannya, karena sadar itu adalah masalah internal yang tidak harus diketahui fihak umum. Namun apapun bentuknya, dilakukan oleh siapa ya tetaplah sebuah tindakan yang tidak elok.
Pengertian kekerasan kemudian mengalami penyempitan pengertian. Sering stigma “keras” yang menimbulkan kekerasan sering hanya diarahkan kepada hal-hal fisik belaka. Di sinilah ketidakadilan itu terjadi. Orang lebih memaknai kekerasan itu berdasarkan kacamata mereka saja. Para aktifis pun sering berpikir picik dalam memaknai pengertian kekerasan itu. Aktifis-aktifis tertentu cenderung tidak adil dalam melakukan advokasi atau pembelaan. Karena mereka sempit dalam pemaknaan, efeknya mereka pun sempit dalam pembelaan, sebatas hanya sesuai kepentingannya sendiri.
Kekerasan, menurut Mahatma Gandhi berakar pada beberapa hal misalnya kekayaan tanpa bekerja, kesenangan tanpa hati nurani, pengetahuan tanpa karakter, perdagangan tanpa moralitas, ilmu tanpa kemanusiaan, ibadah tanpa pengorbanan, politik tanpa prinsip.
Kekayaan tanpa bekerja mencerminkan cara pemerolehan harta yang didapat tanpa mengikuti prosedur kerja yang sehat dan masuk akal. Dalam konteks ini dapat dicontohkan tindakan-tindakan koruptif dapat digolongkan juga sebagai kekerasan.
Kesenangan tanpa hati nurani adalah upaya pemuasan diri tanpa menghiraukan rasa yang paling dasar dalam diri manusia dan budaya yang ada. Kultur sebagai nilai dasar yang dapat dijadikan standar terhadap implementasi. Sebagai contoh misalnya hubungan kelamin tanpa ikatan pernikahan, pemerkosaan, penyelewengan budaya. Andai saja ada orang waras telanjang berkeliling kota, berarti telah tergolong pula melakukan kekerasan.
Kalau kita berpikir fair misalnya penggunaan pakaian-pakaian yang tidak sejalan dengan perasaan keumuman yang ada dapat digolongkan pula dalam kekerasan, karena telah menempatkan sesuatu tidak didasarkan pada hati nurani keumuman anggota masyarakat. Artinya penggunaan pakaian-pakaian yang tidak relevan dengan budaya kita dapat juga dikategorikan kekerasan.
Dengan mengacu pada konsep Gandhi, sejatinya aksi-aksi premanisme baik yang dilakukan oleh pejabat terhadap rakyatnya, oleh preman-preman jalanan, pemaksaan sumbangan, pemalakan, prostitusi baik tertutup maupun terbuka dapat digolongkan kekerasan. Bentuk-bentuk hiburan yang identik dengan kemaksiatan baik legal maupun ilegal pun termasuk tindakan kekerasan karena itu semua tidak lain adalah bentuk kesenangan yang mengabaikan hati nurani masyarakat.
Pun jenis kecurangan yang terjadi di dunia perdagangan dan bisnis. Kenaikan timbangan, pemalakan, penentuan bunga yang menjerat hingga rentenir yang mematikan rakyat dapat digolongkan kepada perdagangan yang mengabaikan moralitas. Dalam hal ini moral berarti bukan hanya urusan seseorang kepada Tuhannya namun terkait erat kepada hubungan horisontal antar sesama manusia.
Masih banyak lagi bentuk-bentuk kekerasan dalam sosial kemasyarakatan. Yang terjadi saat ini adalah penyempitan makna yang dibentuk oleh para aktifis Hak Asasi Manusia (HAM) yang cenderung berpikir sinis dan picik, mementingkan urusannya sendiri. Kenapa? Ya para aktifis yang tidak adil itu sering mendapatkan fulus dari luar negeri.
Hak Asasi Manusia pun hanya dimaknai semau gue oleh mereka. Jika kepentingan mereka terganggu, HAM  dijadikan pedang yang paling kuat sebagai bahan pembelaan mereka. Padahal yang memiliki hak asasi bukan hanya mereka penggiat HAM, kita pun memiliki hak asasi yang sama dengan mereka.
Semoga tulisan ini menjadi bahan pertimbangan para aktifis atau siapa saja yang memandang sebelah mata kelompok diluar mereka. Bahwa definisi kekerasan itu tidak hanya menjadi hak mereka, namun semua manusia memiliki hal yang sama. Jangan sampai stigma kekerasan itu hanya diarahkan kepada sebuah kelompok, karena ternyata banyak pihak baik individu maupun kelompok melakukan hal yang sama, bahkan lebih keras dari kekerasan fisik namun lebih pada kekerasan budaya dan karakter.
Bertindak adil itu memang tidak mudah, terlebih terhadap orang-orang yang tidak pernah berpihak kepada kita.
Semoga kita bisa lebih adil dan cerdas menentukan sikap…